Topx666's Blog

Just another praktikan bodoh

Polisi Busuk

leave a comment »

Beberapa minggu yang lalu saya dan mustofa pergi ke malioboro dalam rangka survey souvenir buat hut gelanggang dan beli celana. Katanya mustofa sih souvenir ala malioboro bisa dijadiin referensi. Eh, setelah sampe disana dan muter-muter raceto gak ketemu deh model souvenir yang cocok. Yaudah, akhirnya cuma beli celana.

Tapi kemudian mustofa katanya mau beli buku buat adiknya. Dia maunya ke shopping, tapi saya males muter-muter lagi. Saya sarankan ke social agency saja, sekalian yang sejalan ke kampus. Disana ternyata buku yang dikarepke si mustofa juga gak ada. Akhirnya kita pun pulang ke kampus dengan tangan dan dompet hampa (duit habis buat beli celana).

Dalam perjalanan di kampus, di bangjo galeria, saya liat angkanya udah 0 dan warnanya udah ke merah, tapi lampunya masih kuning. Lalu dengan PD-nya saya terus melaju aja. Di bangjo galeria, saya tetep belok kanan. Tiba-tiba di dekat rumah sakit dokter Yap ada sesosok makhluk yang tidak asing lagi memepet motor saya dan berteriak, “Menepi mas!”. Walah, ternyata makhluk itu adalah sosok penegak hukum di negara kita.

Seperti biasa, dia tanya, “Bisa liat surat-suratnya mas?”. Saya pun menyodorkan surat-surat yang ada, termasuk surat cinta saya. Hehehe. “Tau salahnya apa mas?”. “Ehm..lampu kuning pak”, jawabku sekenanya. “Itu kan lampunya. Lha angkanya udah habis kok”. Yoweslah, sak karepmu pak, batin saya. Mustofa pun berkata, dengan gaya khasnya, “Piye ki paklik?”. ”Wis tenang wae mus, aku wis pengalaman. Iki wis ke-10 aku ngeblong bangjo!”. “Wah, parah yo kowe paklik!”, sahut mustofa.

Tapi dalam hati, sebenarnya saya kesel juga. Udah berkali-kali kejadian kayak gini terjadi. Dulu waktu pertama kali kejadian di bangjo gejayan-kolombo. Udah itu di denggung-jalan magelang. Dan dimana lagi saya udah gak inget.

Seperti yang sudah-sudah, saya disuruh pergi ke pos polisi terdekat. Kali ini di deket gramedia. Seperti biasa, sang penegak hukum bilang, “Ini karena pelanggaran ringan lalu lintas, bayarnya 20ribu mas. Bisa titip bayar disini ato langsung ke pengadilan”. “Bisa kurang nggak pak? Saya nggak bawa duit pak”, jawab saya. “Wah, itu udah undang-undang mas”. Karena saya udah kesel banget, “yowes pengadilan aja pak!”. “Yakin mas?”, tanya sang penegak hukum. “Iya pak. Saya pengen tau gimana rasanya diadili!”. Hahaha. Puas sudah tu polisi.

Akhirnya ditetapkan sidangnya tanggal 15 Juli 2009 di pengadilan negeri kota Yogyakarta. Wah, udah gak sabar ni. Ngebayangin suasana pengadilan yang kayak dicritain mas Aan waktu ANYE 2009 dulu, rasanya makin penasaran. Hahaha

(to be continued)

Advertisement

Written by topx666

November 2, 2009 at 5:34 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.